Rabu, 21 Maret 2018

Sonifikasi

Image result for Sonifikasi


Sonifikasi adalah prosespemberian energi gelombang ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran), sehingga bahan tersebut dapat dipecah menjadi bagian yang sangat kecil.

Di laboratoriumm, sonifikasi dilakukan dengan bantuan alat yang disebut sonikator. Pada alat pembuatan kertas, juga terdapat alat yang memancarkan gelombang ultrasonik pada serat selulosa, sehingga tersebar lebih merata dan menjadikan kertas lebih kuat.

Sonifikasi dapat digunakan untuk produksi nanopartikel seperti nanoemulsi dan nanokristal. Sonifikasi juga dapat mempercepat ekstaksi (pengambilan) minyak dari dalam jaringan tumbuhan dan pemurnian minyak bumi.


Pada aplikasi biologis, sonifikasi sering digunakan untuk merusak atau menonaktifkan material organik. Misalnya saja merusak membran sel dan melepaskan isi selulernya atau yang dikenal dengan istilah sonoporasi.


Sumb: ruanasagita.blogspot.co.id/2018/02/apa-itu-sonifika

Pembersih Ultrasonik


Terapi Ultrasonik


TERAPI ULTRASOUND

Apa itu Terapi Ultrasound?

Terapi ultrasound (US) adalah salah satu jenis terapi dalam bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang menggunakan gelombang suara/ultrasound dengan frekuensi gelombang suara yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia yaitu dengan frekuensi ≥20.000 kali per detik/Hertz (Hz) untuk tujuan terapi dalam bidang rehabilitasi muskuloskeletal. Terapi ultrasound dapat mencapai kedalaman 2-5 cm dari permukaan tubuh.

Bagaimana Prinsip Kerja Terapi Ultrasound?

Terapi ultrasound dapat memberikan efek termal atau efek pemanasan dalam maupun superfisial, dan efek non termal (efek mekanik yang dapat berfungsi untuk memasukan jenis obat tertentu, efek pemijatan dan efek biologis yang dapat mempengaruhi proses yang terjadi di jaringan atau sel sehingga dapat mempercepat terjadinya pemulihan atau regenerasi jaringan). Efek terapi ini tentunya bergantung pada diagnosis penyakit seseorang dan tujuan terapi yang diberikan dengan dosis yang berbeda-beda untuk setiap individu.

Apa Indikasi Terapi Ultrasound?

1.    Pemendekan otot atau spasme otot.
2.    Pemendekan jaringan lunak lain seperti kapsul sendi, ligamen, dan tendon yang menyebabkan keterbatasan gerak sendi dan nyeri.
3.    Peradangan sendi dan jaringan lunak sekitar sendi.
4.    Nyeri sendi dan jaringan lunak sekitar sendi.
5.    Luka yang sulit sembuh.
6.    Trauma pada sendi dan jaringan lunak sekitar sendi.
7.    Entrapment syndrome yaitu terjepitnya saraf tepi oleh jaringan lunak pada sendi-sendi tertentu. Misalnya: Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
8.    Stimulasi pertumbuhan tulang pada patah tulang.
9.    Membantu memasukkan obat-obat topikal atau yang dioles sebagai media transmisi terapi ultrasound sehingga obat-obat tersebut akan masuk lebih dalam mencapai target terapi dan efektif. Terapi ultrasound jenis ini disebut Phonophoresis.
10.    Beberapa penelitian terbaru juga mengatakan terapi ultrasound dapat membantu resorpsi penumpukan kalsium di tendon otot-otot bahu, meskipun mekanisme kerja sebenarnya belum diketahui secara pasti.

  
Apa Kontraindikasi Terapi Ultrasound?
Terapi Ultrasound merupakan salah satu jenis terapi yang relatif paling aman dalam bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi. Meskipun demikian ada beberapa kontraindikasi untuk mendapatkan terapi ini dan sebaiknya seseorang yang mempunyai kontraindikasi di bawah ini memberitahukan kepada dokter atau fisioterapis sebelum mendapatkan terapi ini. Kontraindikasinya meliputi:
1.    Tumor atau kanker.
2.    Kehamilan.
3.    Menggunakan alat pacu jantung.
4.    Menggunakan komponen plastik atau bahan methylmethacrylate cement atau sering disebut joint cement pada daerah sendi sebagai prosthesis pada operasi penggantian sendi.
5.    Gangguan perdarahan terutama thrombophlebitis.
6.    Terapi Ultrasound tidak boleh diberikan pada daerah mata dan organ reproduktif.
7.    Pada penderita pasca operasi saraf tulang belakang atau HNP dengan metode laminektomi di atas level L2, pada keadaan ini terapi ultrasound tidak diberikan dekat atau pada area laminektomi karena saraf tulang belakang pada daerah ini lebih terbuka.
8.    Pemasangan silikon pada payudara.

Bagaimana Prosedur Terapi Ultrasound?

Sebelum mendapatkan terapi ultrasound sebaiknya menggunakan baju longgar yang memudahkan untuk proses terapi, untuk bagian atas dianjurkan untuk menggunakan baju tanpa lengan atau baju longgar yang nyaman, untuk bagian bawah sebaiknya menggunakan rok longgar yang nyaman atau celana pendek. Bila tidak mempersiapkan pakaian seperti yang dianjurkan di atas, terapis atau dokter akan memberikan baju khusus untuk terapi yang nyaman, seperti kemben atau rok. Sebaiknya juga tidak menggunakan lotion ataupun obat-obatan gosok yang dapat menghambat transmisi gelombang ultrasound, bila menggunakan lotion atau obat-obatan yang dioles sebaiknya beritahukan kepada terapis atau dokter sebelum terapi dimulai.
Prosedur terapi ultrasound:
1. Menggunakan pakaian yang longgar dan nyaman.
2. Dokter atau terapis akan memeriksa kembali daerah yang akan diberikan terapi dan melakukan wawancara kembali mengenai kelainan yang diderita dan kemungkinan kontraindikasi untuk pemberian terapi dan riwayat alergi terhadap zat-zat tertentu yang dioleskan. Dokter maupun terapis akan menjelaskan sekali lagi tujuan terapi ultrasound sesuai kondisi dan keadaan seseorang, tiap individu berbeda.
3. Dokter atau terapis akan membersihkan daerah yang akan diterapi dari minyak ataupun kotoran yang menempel di kulit termasuk dari lotion atau obat-obat gosok yang dipakai sebelumnya menggunakan kapas alkohol atau kapas yang diberi air. Bila mempunyai kulit yang sensitif dan sangat kering, sebaiknya diberitahukan kepada dokter atau terapis, sehingga tidak akan digunakan kapas alkohol yang kadang dapat menyebabkan iritasi kulit.
4. Dokter atau terapis akan memposisikan bagian yang akan diterapi senyaman mungkin.
5. Dokter atau terapis akan melakukan pengaturan dosis alat ultrasound.
6. Dokter atau terapis akan memberikan gel di atas kulit yang akan diterapi ataupun obat-obatan topikal tertentu dicampur dengan gel ultrasound pada terapi Ultrasound Phonophoresis, kemudian mulai melakukan terapi dengan gerakan probe melingkar atau maju mundur pada daerah tersebut. Pada saat terapi dilakukan bila efek termal yang diinginkan, akan terasa hangat pada daerah yang diterapi, bila efek mekanik atau non termal yang diinginkan maka tidak akan terasa apa-apa hanya terasa pergerakan probe ultrasoundnya. Terapi akan berlangsung selama 7-10 menit bergantung pada tujuan terapi. (Probe adalah alat yang memancarkan gelombang ultrasound pada terapi ultrasound bebentuk seperti hand shower).
7. Bila terasa nyeri atau panas berlebihan saat terapi berlangsung segera beritahu dokter atau terapis Anda.
8. Setelah selesai terapi, dokter atau terapis akan membersihkan sisa gel atau obat-obatan topikal yang masih tersisa pada daerah yang diterapi dan akan melakukan peregangan pada daerah tersebut beberapa kali.
9. Dokter atau terapis akan kembali melakukan pemeriksaan dan wawancara mengenai efek yang dirasakan setelah selesai terapi.
Terapi Ultrasound pada kaki Terapi Ultrasound pada tangan                               

Berapa Kali Terapi Ultrasound Harus Dilakukan untuk Mendapat Hasil Optimal?

Frekuensi pemberian terapi ultrasound bergantung pada tujuan terapi dan respons dari penderita. Bila efek terapi termal yang diinginkan maka frekuensi terapi ultrasound adalah 3 kali seminggu, bila efek non termal yang diinginkan maka frekuensi terapi ultrasound dapat dilakukan setiap hari atau 3-4 kali seminggu. Sampai berapa lama atau berapa kali? Tentunya bergantung pada respons terapi dan analisis dan pengalaman klinis dokter atau terapis yang memberikan terapi di pusat terapi tersebut, setiap dokter ataupun terapis yang memberikan terapi ultrasound di suatu pusat terapi memiliki pengalaman yang berbeda-beda dengan dokter atau terapis di pusat terapi yang lain, sehingga dosis yang diberikan dan jumlah terapinya pun tidak sama meskipun kelihatannya sama caranya. Pada kebanyakan kasus, efek terapi ultrasound akan mulai dirasakan setelah 1-3 kali terapi.

Apa Efek Samping Terapi Ultrasound?

Secara umum terapi ultrasound sangat jarang menimbulkan efek samping, bila terjadi efek samping, bersifat reversibel atau dapat kembali sempurna setelah terapi dihentikan atau dalam waktu 2-3 hari. Efek samping yang dapat terjadi:
1. Panas yang dapat menimbulkan kemerahan pada kulit dan terasa perih.
2. Bertambah nyeri bila intensitas terapi yang diberikan terlalu besar dan teknik pemberian terapi ultrasound stasioner atau tidak bergerak.
3. Pada pemberian terapi Ultrasound Phonophoresis menggunakan obat-obatan topikal tertentu dapat menimbulkan reaksi alergi berupa gatal dan kemerahan pada kulit. Gel ultrasound sendiri sebagai media perantara gelombang ultrasound sebagian besar berbahan dasar air sehingga tidak pernah menimbulkan reaksi alergi pada kulit, kecuali ada beberapa gel ultrasound yang di dalamnya sudah mengandung obat tertentu atau pengharum. Gel ultrasound yang ada di Indonesia berbahan dasar air dan tidak mengandung zat aktif tertentu.

Sumb: http://www.flexfreeclinic.com/detail-artikel2/terapi-ultrasound-26

Sonar

Sonar (Singkatan dari bahasa Inggris: sound navigation and ranging), merupakan istilah yang berarti penjarakan dan navigasi suara, adalah sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam untuk navigasi atau mendeteksi keberadaan suatu objek (http://fisika-online1.blogspot.co.id/2015/07/sistem-sonar.html). 
Teknologi alami yang terdapat pada kelelawar dan lumba-lumba, kini ditiru oleh manusia. Manusia  memanfaatkan Sistem Sonar untuk berbagai keperluan, seperti yakni sonar pada kapal selam, radar, atau bahkan juga sistem USG pada bidang kesehatan. berikut ini merupakan uraian selengkapnya:

Sonar pada Kapal Laut
Manusia tidak harus menggunakan “meteran” untuk mengukur kedalaman laut. Bisa dibayangkan bagaimana tingkat kesulitannya jika untuk mengukur kedalaman laut menggunakan alat ukur panjang. Lalu bagaimana cara mengetahui kedalaman laut. Kedalaman laut bisa diketahui oleh manusia dengan menggunakan sistem sonar. Cara kerjanya adalah sebagai berikut :

    Sebuah kapal dilengkapi dengan piranti berupa Echo Sounder dan Hidrofon.
        Echo Sounder mengeluarkan bunyi dengan frekuensi tinggi mengarah pada dasar laut 
            Gelombang bunyi akan merambat hingga akhirnya sampai di dasar laut, setelah itu  akadipantulkan ke kapal sebagai bunyi gema (echo),
                Bunyi gema (echo) ditangkap kembali oleh kapal melalui piranti Hidrofon.  
                  Pengamat mengukur waktu yang dibutuhkan oleh bunyi sejak pertama kali  dikeluarkan dari Echo Sounder hingga bunyi echo tertangkap oleh hidrofon. 
                    Setelah proses tersebut, bagaimana cara mengetahui kedalaman laut? Dari kapal  bunyi dipancarkan dan  bergerak dengan kecepatan v. Suatu saat akan sampai di dasar laut (h). Sampai di dasar laut bunyi akan dipantulkan kembali ke kapal. Karenakecepatan selama proses ini dianggap sama, maka waktu yang dibutuhkan bunyi untuk bergerak dari kapal ke dasar laut akan sama dengan waktu yang dibutuhkan oleh bunyi pantul dari dasar laut ke kapal. Sehingga jika selang waktu yang dibutuhkan selamaproses ini adalah t, dan jarak tempuh bunyi selama proses bolak-balik adalah 2h, maka  dapat dirumuskan : 

                    h=v.t/2

                    Besarnya kecepatan perambatan bunyi di dalam air adalah sekitar 1500 m/s. Berikut ini merupakan video hasil pencitraan sistem sonar dan kerja dari sistem sonar

                    Sistem USG
                    Pada dunia kedokteran, sistem sonar diterapkan dalam teknologi Ultrasonografi (USG).  USG adalah suatu teknik diagnostik pencitraan yang menggunakan ultrasonik yaitu gelombang suara dengan frekuensi yang lebih tinggi dari kemampuan pendengaran manusia. Teknik ini digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, ukuran serta strukturnya. Secara umum kegunaan USG adalah membantu menegakkan diagnosis dalam berbagai kelainan organ tubuh.  Pemeriksaan USG ini mengunakan frekuensi10MHz ( 1- 10 juta Hz). Gelombang suara frekuensi tinggi tersebut dihasilkan dari kristal-kristal yang terdapat dalam suatu alat yang disebut transducer. 
                    Transducer bekerja sebagai pemancar dan sekaligus penerima gelombang suara. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh generator diubah menjadi energi akustik oleh transducer, yang dipancarkan dengan arah tertentu pada bagian tubuh yang akan dipelajari. Sebagian akan dipantulkan dan sebagian lagi akan merambat terus menembus jaringan yang akan menimbulkan bermacam-macam echo sesuai dengan jaringan yang dulaluinya. Pantulan echo yang berasal dari jaringan-jaringan tersebut akan membentur transducer, dan kemudian diubah menjadi pulsa listrik lalu diperkuat dan selanjutnya diperlihatkan dalam bentuk cahaya pada layar oscilloscope.

                    Sistem Radar pada Kapal Selam

                    Radar (Detection and Ranging, yang berarti deteksi dan penjarakan radio) adalah suatu sistem gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak dan membuat map benda-benda seperti pesawat terbang, berbagai kendaraan bermotor dan informasi cuaca(hujan). Panjang gelombang yang dipancarkan radar adalah beberapa milimeter hingga satu meter. Gelombang radio/sinyal yang dipancarkan dan dipantulkan dari suatu benda tertentu akan ditangkap oleh radar. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul sinyal dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang dapat juga ditentukan jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio sinyal tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat oleh radar.
                    Ada jenis radar yang mampu menembus permukaan tanah (Ground Penetrating Radar/GPR). Pada dasarnya, radar bekerja dengan cara mengirimkan impuls gelombang elektromagnetik (EM) dan kemudian menangkap gema-nya. Pengiriman impuls dapat dilakukan langsung dalam kawasan waktu atau secara tak langsung dengan mensintesa gema radar pada kawasan frekuensi.
                    Prinsip radar geometri pencitraan GPR yaitu data pantulan untuk satu titik pencitraan akan berupa suatu fungsi waktu yang menyatakan letak dan kekuatan pemantul sepanjang perjalanan gelombang. Bentuk data radar yang paling mendasar ini disebut sebagai sapuan jenis-A atau A-scan. Untuk kasus impuls Dirac, pantulan ideal akan berupa impuls Dirac yang tertunda dan dilemahkan. Jika penyapuan dilakukan sepanjang suatu garis lurus, akan diperoleh sekumpulan A-scan yang menyatakan letak-letak pemantul pada kedalaman tertentu sepanjang garis. Untuk pemantuk berupa benda titik, profil pantulan akan berbentuk hiperbola tertelungkup. Hasil penyapuan yang demikian disebut sebagai B-scan. Jika B-Scan dilakukan berkali-kali sehingga meliputi suatu bidang datar, maka hasilnya adalah gambaran dimensi tiga yang disebut sebagai C-scan(http://kusnantomukti.blog.uns.ac.id/2011/11/radardansonar/).

                    DAFTAR PUSTAKA
                    Sumber Gambar
                    Sumber Video

                    http://ditaiszhar.blogspot.co.id/2016/05/aplikasi-sistem-sonar.html

                    Ultrasonografi (USG)

                    Image result for Ultrasonografi (USG)\


                    Ultrasonografi diagnostik adalah teknik pencitraan non-invasiv yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi (lebih besar dari 20 kilohertz/ kHz). Pada USG terdapat sebuah alat yang disebut dengan tranducer yang berfungsi untuk mengirimkan dan menerima kembali gelombang suara yang bervariasi dari berbagai jaringan di dalam tubuh. Transduser ini diletakan di kulit pasien dengan lapisan tipis dari gel. Ketika gelombang suara dikirimkan maka sebagian gelombang akan diteruskan dan sebagian akan dipantulkan kembali. Gelombang suara yang dipantulkan inilah yang akan ditangkap kembali oleh tranduser yang kemudian diubah menjadi gelombang listrik dan diterjemahkan. Besar gelombang kemudian menghasilkan gambarannya masing-masing, dengan echo/ gelombang yang kuat akan menghasilkan gambaran putih, sedangan echo yang lemah akan menghasilkan gambaran mendekati hitam. Untuk jarak pun dapat diperhitungkan oleh ultrasonografi ini dengan waktu penjalaran gelombang tersebut.

                    Meskipun ultasonografi memiliki kelebihan yaitu pemeriksaan yang non-invasif (tidak memerlukan tindakan pembedahan, dll), namun pemeriksaan ultrasonografi ini juga memiliki kekurangan. Kekurangannya diantaranya keterbatasan dalam memvisualisasikan organ abdomen yang letaknya di garis tengah contoh pankreas dan juga ketidak mampuan dari gelombang suara untuk menembus gas dan tulang. Ultrasonografi inipun sangat bergantung kepada operator di dalam penggunaannya.
                    Terdapat banyak penggunaan umum pada USG diantaranya pencitraan untuk abdomen/ perut (hati, kantung empedu, pankreas, ginjal), pelvis/ panggul (alat reproduksi wanita), janin (pemeriksaan rutin dapat memperlihatkan bila terdapat anomali), sistem vaskular (aneurisma, hubungan arteri vena, deep vein trombosis), tetis (tumor, terpelintir/ torsi, infeksi), payudara, otak anak (perdarahan, kelainan kongenital) dan dada (ukuran dan lokasi terkumpulnya cairan pleura). Selain itu USG dapat digunakan dalam pengarah intervensi misal pada biopsi lesi, drainase abses dan ablasi radiofrekuensi.
                    Selain USG biasa terdapat variasi pemeriksaan dari usg ini sendiri seperti USG Dopler dan USG dengan kontras (hal ini jarang dilakukan). USG dopler digunakan untuk mengevaluasi aliran vaskular dengan mendeteksi frekuensi dari gelombang suara dari objek yang bergerak (misal aliran darah dalam hal ini).
                    Pada USG kontras, kontras ini adalah partikel kecil di dalam cairan suspensi untuk memperjelas gambaran USG ketika disuntikan ke dalam pembuluh darah. USG kontras tentunya tidak boleh dilakukan bila terdapat alergi terhadap kontras. Pemeriksaan pun disarankan berdasarkan indikasi/ kegunaannya.
                    Penulis: dr. Nellyn angela
                    Sumber:
                    1.Chen M, Pope T, Ott DJ, et all. Basic Radiology-Lange. 2nd ed. United state: McGraw-Hill. 2011.
                    2.Dogra V, Rubens.D. Ultrasound Secrets. USA: elsevier’s.2004.
                    Sumb: http://doktersehat.com/ultrasonografi-usg/

                    Pendengaran Pada Hewan

                    Meskipun hewan atau binatang bukanlah makhluk yang sepurna seperti manusia. Namun, setia dari mereka pasti dianugerahi kemampuan luar biasanya yang tidak dimiliki manusia. Misalnya adalah pendengaran, ada beberapa hewan yang memiliki pendengaran luar biasa yang mustahil ditandingin oleh pendengaran alami manusia. Untuk itu, kami merangkum 10 hewan dengan pendengaran terbaik yang pernah ada.

                    10. Burung Merpati



                    Burung yang terkenal karean sifat damai dan lucunya ini ternyata memiliki pendengaran yang sangat baik. Burung ini diketahui mampu menndegar suara infrasonik dengan frekuensi rendah (kurang dari 20 Hz). Dengan kemampuannya itu, burung merpati mampu mendeteksi badai petir dan letusan gunung berapi.

                    9. Gajah



                    Gajah dikenal sebagai salah satu hewan dengan ingatan paling kuat di dunia. selain itu, gajah ternayat juga memiliki pendengar yang tak kalh baiknya. Telinga gajah ini bisa mendeteksi gelombang suara berfrekuensi rendah yang tidak bisa didengarkan oleh telinga manusia. Kemampuan ini dimanfaatkan gajah untuk berkomunikasi jarah jauh.

                    8. Kuda



                    Kamu pernah melihat kuda berperilaku aneh seperti berhenti berlari tiba-tiba dan ragu untuk bergerak kembali seperti melihat sesuatu yang tak biasa? Itu mungkin saja karena kuda itu mendengar sesuatu yang tak bisa didengarkan oleh telinga manusia. Telinga kuda memang mampu mendengar dari frekuensi rendah sampai tinggi serta memungkinkan mereka untuk menentuka di mana arah sumber suara berasal.

                    7. Tikus



                    Binatang pengerat kecil ini dikenal memiliki pendengaran yang lebih kuat dari manusia. Mereka bisa mendeteksi suara ultrasonik (di atas 20 Hz) dan mengetahui arah di mana suara itu berasal. 

                    6. Anjing



                    Meski dikenal sebagai salah satu hewan dengan penciuman terbaik, anjing ternyata juga memiliki indera pendengaran yang sangat baik. Pada setiap telinga anjing terdapat 18 otot, dibandingan manusia yang hanya memiliki tiga otot.

                    5. Kucing



                    Kucing juga merupakan hewan dengan pendegaran terbaik lainnya. Hewan yang identik dengan kelucuannya ini mampu mendengar suara dengan frekuensei yang bahkan lebih tinggi yang bisa didengarkan anjing. Kucing juga memiliki 32 otot pada masing-masing telinganya, yang membuatnya bisa memutar sampai 180 derajat. Oleh karena itu, kucing sangat mudah untuk menemukan sumber suatu suata.

                    4. Lumba-Lumba



                    Meskipun ukuran telinga luarnya sangat kecil, namun pednegaran mereka sangatlah tajam karena mampu mengalihan suara ke telinga tengah melalui raanh bawahnya. Lumba-lumba juga dikeneal sebagai hewan dengan kemampuan ekolokasi yang membuat mereka bisa memantulkan gelombang suara dan dengan bunyi pantulan tersebut, bisa mengidentifikasi keberadaan objek. Bukan hanya lokasi objeknya, tetapi juga bentuk dan ukurannnya.

                    3. Burung Hantu



                    Sebagai makhluk nokturnal, burung hantu memiliki kemampuan pendengaran dan penglihatan yang sangat baik. Bahkan dalam cahaya rendaha atau gelap pun mereka bisa merasakan gerak mangsanya di tanah dan menangkapya. Begitu pula pendengarannya. Dengan telinga yang tidak simetris, burung ini mampu menentukan arah dan sumber suara dengan sangat cepat.

                    2. Kelelawar



                    Seperti halnya burung hantu, kelelawar juga memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat menakjubkan. Di malam hari, kelelawar mampu terbang dan menemukan para mangsanya, apalagi dengan sistem pendengaran ekolokasi yang dimilikinya. Kelelawar juga mamalia dengan pendengaran paling sensitif dan mampu mengidentifikasi lokasi dan ukuran objek dari jarak yag jauh.

                    1. Galleria Mellonella



                    Sebuah penelitian yang baru-baru dikemukakan bahwa hewan yang memiliki pendegaran paling baik bukanlah kelelawar, namun sebuah ngengat yang diberi nama Greater Wax Moth. Ngengat ini diketahui mampu mendengar suara dengan frekuensi hingga 300 Hz. Tingkat tertinggi sejauh ini dibandingkan hewan-hewan yang lainnya


                    sumb: http://ruang10.blogspot.co.id/2017/09/hewan-dengan-pendengaran-terbaik.html